Senin, 11 April 2016

AKUNTANSI BIAYA

HARGA POKOK PRODUKSI
Pengerti Harga Pokok Produksi adalah semua elemen biaya yang diproduksi baik tetap maupun variabel”.
Definisi Penentuan harga pokok adalah bagaimana memperhitungkan biaya kepada suatu produk atau pesanan atau jasa, yang dapat dilakukan dengan cara memasukkan seluruh biaya produksi atau hanya memasukkan unsur biaya produksi variabel saja.”
A.    Metode Perhitungan Harga Pokok Produksi
Metode perhitungan harga pokok produksi suatu barang merupakan tujuan pokok akuntansi biaya. Harga pokok produksi tersebut diperoleh melalui pengumpulan biaya – biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang tersebut.
Ada tiga metode perhitungan harga pokok produksi yaitu :
1.     Metode harga pokok sesungguhnya (actual cost) Dalam metode ini perhitungan harga pokok produksi per unit berdasarkan biaya bahan baku sesungguhnya, biaya tenaga kerja langsung sesungguhnya, dan biaya overhead pabrik sesungguhnya.Metode perhitungan harga pokok produksi sesungguhnya biasanya    digunakan    pada    metode   harga    pokok    proses     yang menggunakan pencatatan persediaan produk jadi dengan metode periodik.
2.     Metode harga pokok normal ( normal costing) Pada metode ini, biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung berdasarkan biaya sesungguhnya karena biaya tersebut mudah untuk ditelusuri kepada produk tertentu, dan baiya overhead pabrik menggunakan tarif pembebanan di muka.Metode ini biasanya digunakan pada metode harga pokok pesanan (job order costing) yang menggunakan pencatatan persediaan produk jadi dengan metode perpetual.
3.     Metode harga pokok standar ( standard costing) Dalam metode ini, perusahaan terlebih dahulu menetapkan harga pokok produk per unit dengan menggunakan standar tertentu, sehingga harga pokok produk per unit bukan harga pokok sesungguhnya, tetapi harga pokok yang seharusnya.Metode harga pokok standar ini biasanya digunakan pada perusahaan yang memproduksi secara massal dan menggunakan pencatatan persediaan produk jadi dengan metode perpetual.Dalam suatu sistem harga pokok semua biaya lebih dahulu ditetapkan dimuka sebelum produksi dimulai. Produk – produk dalam operasi  – operasi  atau  proses  – proses  dihitung  biayanya      dengan menggunakan standar baik mutu maupun untuk jumlah uangnya.
B.    Metode Penentuan Harga Pokok Produksi
Ada dua cara yang digunakan untuk menentukan harga pokok yaitu metode harga pokok pesanan dan metode harga pokok proses.
A.    Metode Harga Pokok Pesanan ( Job Order Costing ) Harga pokok pesanan adalah metode pengumpulan harga  pokok produk dimana biaya dikumpulkan untuk setiap pesanan atau kontrak atau jasa secara terpisah dan setiap pesanan atau kontrak dapat dipisahkan identitasnya.
Metode harga pokok pesanan biasanya digunakan oleh perusahaan – perusahaan yang membuat produksinya berdasarkan pesanan, bentuk dan kualitas produk dibuat sesuai dengan keinginan pemesan seperti industri pesawat terbang, industri galang kapal, industri percetakan, industri mebel, dan industri mesin – mesin pesanan.
Ø Karakteristik perusahaan yang menggunakan metode  harga pokok pesanan adalah :
  • Perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai spesifikasi pemesanan dan setiap jenis produk perlu dihitung harga pokok produksinya secara individual.
  • Untuk meringkas data dan biaya yang dikeluarkan, dibuatkan kartu harga pokok untuk setiap pesanan.
  • Biaya   bahan   baku   langsung   dan   biaya   tenaga   kerja langsung diperhitungkan secara langsung kepada pesanan yang   bersangkutan berdasarkan biaya yang sesungguhnya terjadi, sedangkan biaya overhead pabrik diperhitungkan berdasarkan tarif yang ditentukan terlebih dahulu.
B.     Metode Harga Pokok Proses ( Process Costing ) Dalam penentuan biaya proses, semua biaya yang dibebankan ke setiap departemen produksi dapat diiktisarkan dalam laporan biaya produksi untuk masing – masing departemen.”
Ø Ada lima langkah yang perlu dilakukan untuk metode harga pokok proses, ( process costing system  ) yaitu :
  • Mengidentifikasi masing pusat pengolahan
  • Mengakumulasi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik untuk masing – masing pengolahan yang terpisah selama beberapa periode tertentu.
  • Mengukur keluaran masing – masing pusat pengolahan yang terpisah yang dinyatakan dalam satuan produksi ekuivalen.
  • Membagi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik dengan satuan ekuivalen untuk  mendapatkan harga pokok produksi satuan masing – masing pusat pengolahan yang terpisah.
  • Menjumlahkan harga pokok satuan masing – masing pusat pengolahan yang terpisah untuk mendapatkan total harga pokok suatu produk yang sudah jadi sepenuhnya.
Ø Dalam penerapan metode process costing system dalam penentuan harga pokok produksi harus diperhatikan faktor – faktor sebagai berikut :
  • Jenis dan jumlah produk yang dihasilkan
  • Jangka Waktu Proses Produksi
  • Jumlah tahap – tahap operasi atau departemen produksinya
  • Jumlah departemen dimana bahan harus ditambahkan serta akibat tambahan terhadap produk yang dihasilkan
  • Ada atau tidaknya produk yang hilang, rusak selama proses produksi berlangsung
  • Ada atau tidaknya produk dalam proses awal periode
Ø Karakteristik perusahaan yang menggunakan metode harga pokok proses :
  • Produk yang dihasilkan merupakan produk standar
  • Biaya dikumpulkan untuk setiap satuan waktu tertentu, misalnya bulan, tahun, dan sebagainya.
  • Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya perintah produksi berisi produksi standar untuk jangka waktu tertentu.
  • Tujuan produksi tidak dimaksudkan untuk memenuhi permintaan khusus dari pelanggan tertentu. Produksi dilaksanakan untuk mengisi persediaan yang selanjutnya dijual dengan mengingat permintaan pasar yang sudah diperkirakan terlebih dahulu untuk suatu jangka waktu tertentu.
C.     Tujuan Perhitungan Harga Pokok Produksi
Perhitungan harga pokok dalam produksi dilakukan untuk setiap tahapan proses produksi.”
Adapun tujuan perhitungan harga pokok produksi adalah :
1.     Pengendalian biaya
Tujuan penentuan harga pokok produksi adalah untuk mengawasi biaya – biaya yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi. Suatu pengawasan  berarti  mencegah  terjadinya penyimpangan yang akan menyebabkan perusahaan tidak berjalan dengan efisien. Dengan adanya perhitungan harga pokok untuk produk, akan diketahui biaya – biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut, sehingga pada masa yang akan datang, biaya tersebut dapat dievaluasi agar biaya dapat digunakan secara efektif dan efisien.
2.     Penetapan harga jual
Harga pokok produksi per unit adalah merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan harga jual. Dalam hal penentuan  harga jual per unit, maka harga pokok produksi per unit harus diketahui dan perusahaan juga harus dapat menaksir biaya lain yang akan terjadi dalam hubungannya dengan produk serta laba yang diinginkan sehingga harga jual per unit dapat ditetapkan. Harga produk yang akan dijual harus diatas harga pokok produksi per unit sehingga laba dapat dicapai.
3.     Perencanaan dan Pengukuran Prestasi
Umumnya sebelum operasi perusahaan dimulai akan dibuat terlebih dahulu suatu perencanaan mengenai kegiatan – kegiatan yang akan dilakukan. Perencanaan ini dinyatakan dalam anggaran yaitu suatu rencana menyeluruh terhadap kegiatan perusahaan dan dinyatakan dalam bentuk kuantitatif per unit moneter untuk jangka waktu tertentu. Dari laporan harga pokok produksi akan diketahui bagaimana kinerjja dari para karyawan dalam menghasilkan suatu produk. Misalnya untuk menghasilkan suatu produk dengan kualitas tertentu, apakah sesuai dengan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk tersebut. Apabila perusahaan dapat memenuhi keinginan dari masyarakat atau konsumen, kemungkinan untuk pencapaian laba akan semakin besar.
4.     Penilaian persediaan
Ada beberapa jenis persediaan dalam perusahaan manufaktur, yaitu persediaan barang jadi (produk), persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, persediaan bahan penolong, dan persediaan perlengkapan. Dengan adanya laporan harga pokok produksi dapat diketahui berapa banyak persediaan dari masing – masing jenis persediaan tersebut.
Ø Selain tujuan – tujuan tersebut ada beberapa lagi tujuan penetapan harga pokok produksi yaitu :
  • Alat perencanaan laba sehingga dapat diketahui berapa laba yang akan diperoleh dan pada tingkat harga berapa dan unit berapa tercapai break event point atau titik pulang pokok.
  • Membantu manajemen untuk mengambil keputusan khusus seperti keadaan pasar, pengadaan pesanan atau perluasan produk.
  • Penerapan Metode Process Costing System dalam Penentuan Harga Pokok Produksi
Ø Laporan biaya produksi setiap departemen memiliki format yang beragam, dengan informasi menunjukkan:
  • Skedul kuantitas, memuat informasi produk dalam proses awal, produk masuk proses pada periode bersangkutan, produk selesai yang ditransfer ke departemen berikutnya atau gudang, produk dalam proses akhir, produk hilang, produk rusak, dan produk cacat.
  • Biaya dibebankan, memuat informasi biaya produk dalam proses awal, biaya yang dibebankan dari departemen sebelumnya, biaya dibebankan periode bersangkutan, unit ekuivalen, dan biaya per unit masing – masing elemen biaya.
  • Pertanggungjawaban biaya, memuat informasi biaya yang ditransfer ke departemen berikutnya atau gudang, biaya produk yang hilang akhir proses, biaya produk rusak, biaya produk cacat.
Pada metode process costing, umumnya tidak semua produk yang dimasukkan dalam produk selesai pada akhir periode bersangkutan, seringkali adanya persediaan awal dan akhir dari produk dalam proses dengan tingkat penyelesaian yang beragam.Untuk pembebanan biaya apabila terdapat produk dalam proses dengan tingkat penyelesaian tertentu, perlu dilakukan penyetaraan produk dalam proses tersebut menjadi produk jadi yang disebut dengan unit ekuivalen produksi atau ekuivalen produksi. Jadi unit ekuivalen produksi menunjukkan unit produk jadi dan unit produk dalam proses yang disetarakan dengan  produk jadi.
Ø Ada dua metode aliran biaya untuk mengkalkulasi biaya produksi produk dalam proses yaitu :
a.     Aliran Biaya Rata – rata Tertimbang
Dengan merata – ratakan biaya penyelesaian persediaan awal produk dalam  proses  periode sebelumnya  dengan  menambahkan  biaya periode berjalan untuk mendapatkan biaya per unit. Unit persediaan  awal menerima biaya per unit yang besarnya sama dengan unit yang baru dimulai dan diselesaikan selama periode bersangkutan, sehingga semua
unit yang ditransfer akan memiliki biaya per unit yang sama.
Unit ekuivalen produksi = Produk Selesai + (PDP Akhir x Tingkat Penyelesaian)

b.     Aliran Biaya FIFO (First In First Out)
Aliran biaya ini dilakukan dengan memisahkan biaya per unit yang terdapat pada persediaan awal dari biaya per unit produk yang dimasukkan dan diselesaikan pada suatu periode tertentu. Biaya produk yang ditransfer terdiri dari biaya produk dalam proses awal dari periode sebelumnya, dan biaya produk dari produk yang dimulai dan diselesaikan selama periode berjalan.


Unit Ekuivalen Produksi= Produk Selesai + (PDP Akhir x Tingkat Penyelesaian)– (PDP Awal x Tingkat Penyelesaian)


Sumber : Supawi Pawenang, 2016, Modul Akuntansi Biaya, UNIBA Surakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar